Social Icons

Pages

Selasa, 13 Maret 2012

dan Tuhan (Allah SWT) menantang kita..


Segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurah ke haribaan Rasulullah SAW...

Adalah selalu penting dan signifikan untuk saling mengingatkan kepada kehakikatan kita dalam hidup ini, refreshing akal sehat, hati & jiwa kita, dan kepada kebaikan-kebaikan yang benar. Ini mudah-mudahan menjadi salah satu cara sehingga penggunaan facebook ini tidak lagi-lagi membawa kita pada kesia-siaan, keterjebakan-keterjebakan pada kesemuan, maksiat, bahkan kenistaan.
Kemudian kita coba tempatkan kesadaran kita pada kerangka ontologis berpikir sehat untuk membawa kita pada level mendasar 'dari mana kita berasal & kejadian-kejadian asal', yang Insya Allah akan menjadikan kita lebih mengenal & akhirnya lebih paham saat masuk pada pertanyaan 'akan kemana kita pada akhirnya'.. dan salah satu caranya adalah dengan memahami Firman-Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, tidak hanya menghapal nya saja. Tulisan sangat sederhana ini mencoba mengajak bersama-sama menengok sejenak diantara Firman-Firman Allah yang mempertanyakan sekaligus menantang kita, akibat dari kesombongan-kesombongan yang telah menjadikan kita lupa.

Saking banyaknya kenyataan keseharian, sejak dulu kala hingga kini, yang menunjukkan manusia mengangkangi akal sehatnya sendiri, dengan berpaling dari Allah SWT, dan lebih memuja/menghormati berlebihan kepada selain Allah, kemudian Allah menantang kita dengan lugas & tegas melalui ayat-ayat Nya.., diantaranya:

Allah SWT berfirman:

"Katakanlah (Muhammad), "segala puji bagi Allah dan salam sejahtera bagi hamba-hamba Nya yang dipilih. Apakah Allah yang lebih baik, atau apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)? bukankah Dia yang menciptakan langit dan bumi serta yang menurunkan air dari langit untuk kalian, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? kalian tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran), " {QS. an-Naml [27]: 59-60}

"Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap Rabb mu Yang Maha Mulia, yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu," {QS. al-Infithar [82]: 6-8}

"Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk kalian kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu," {QS. al-Baqarah [2]: 29}

"Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Rabb Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat? kemudian ulangi pandangan (mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih," {QS. al-Mulk [67]: 3-4}

"Hingga apabila mereka datang, Dia (Allah) berfirman, 'mengapa kalian telah mendustakan ayat-ayat Ku, padahal kalian tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, atau apakah yang telah kalian kerjakan?", {QS. an-Naml [27]: 84}

"Mengapa kalian tidak takut akan kebesaran Allah? padahal Dia telah menciptakan kalian dalam beberapa tingkatan kejadian," {QS. Nuh [71]: 13-14}
"Dia menjadikan kalian dalam perut ibu kalian kejadian demi kejadian...," {QS. az-Zumar [39]: 6}

"Wahai manusia, jika kalian meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kalian dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kalian; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kalian sebagai bayi, lalu (dengan berangsur-angsur) kalian sampai pada usia dewasa," {QS. al-Hajj [22]: 5}

"Inilah adalah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang diciptakan oleh (sembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zhalim itu berada dalam kesesatan yang nyata," {QS. Luqman [31]: 11}

"kaliankah yang menciptakanya, ataukah Kami Penciptanya? Kami telah menentukan kematian setiap kalian dan Kami tidak lemah," {QS. al-Waqi'ah [56]: 59-60}

"Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan," {QS. an-Naml [27]: 63}

"Katakanlah (Muhammad), 'bagaimana pendapat kalian, jika Allah menjadikan untuk kalian malam itu terus-menerus sampai Hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepada kalian? Apakah kalian tidak mendengar?" {QS. al-Qashash [28]: 71}

"Wahai golongan jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kalian tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah). Maka nikmat Rabb kalian manakah yang kalian dustakan? Kepada kalian (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kalian tidak dapat menyelamatkan diri (darinya)," {QS. ar-Rahman [55]: 33-35}

"Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada diatas mereka, bagaimana cara Kami membangun dan menghiasinya dan tidak terdapat keretakan sedikitpun?" {QS. Qaf [50]: 6}

"Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)? Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki 'Arsy dari apa yang mereka sifatkan. Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya," {QS. al-Anbiya [21]: 21-23}

dan banyak lagi ayat-ayat yang menunjukkan Kebesaran Allah SWT, dan bagaimana Allah menantang - mempertanyakan segala perilaku zhalim & pendustaan terhadap ayat-ayat Nya. Sungguh Mahasuci & Mahabesar Allah SWT, yang menggenggam hidup-mati kita.

Berikut sedikit cukilan hadits yang juga menggambarkan hal tersebut:
"Wahai anak adam, mengapa engkau menganggap Aku lemah? padahal, aku telah menciptakan engkau dengan bentuk seperti ini. Ketika Aku sudah menyempurnakan dan menjadikan susunan tubuhmu menjadi seimbang, tiba-tiba engkau berjalan dengan surbanmu, sementara suara kakimu terdengar menghentak. engkau lalu mengumpulkan harta, tetapi kemudian engkau berlaku kikir. Baru ketika nyawamu sudah sampai di kerongkongan, engkau berkata 'aku akan mengeluarkan zakat.' Namun, kapankah waktu mengeluarkan zakat itu?" (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

saya tutup tulisan sederhana ini, untuk sama-sama menyimak & memaknai dengan qalbu kita, pertanyaan sekaligus tantangan dari Allah SWT, dengan Firman-Nya:
"Maka nikmat Rabb kalian manakah yang kalian dustakan?" {QS. ar-Rahman [55]: 16}

dan hanya kepada Allah saja saya memohon rahmat, hidayah, taufik dan limpahan ganjaran pahala. dan hanya kepada Allah saja saya senantiasa memohon perlindungan dari luarbiasa sakitnya sakaratul maut, pedihnya siksa kubur, dan dahsyatnya siksa akhirat. Amiien ya Rabb.


NK-"Earth Hails"
READ MORE - dan Tuhan (Allah SWT) menantang kita..

Catatan penggalan ala negeri O2B :))


Pagi indah dan bersenandung di hati. Menapaki waktu diantara awan' Mega, Langit biru putih, menapaki tanah,
air, ku trjerat lagi di pulau ini. Terjerembab lagi di kampung opera ini. Disisi lain ada kegembiraan utk nikmati prtunjukkan2 harian yg kocak n norak. Hahahahaaa, sungguh suguhan never ending disini, n gratis!! Www hehee

Namun disisi lain lagi, otak n jiwaku udah pepat dg warna berpoleskan badut. Diriku GA BS LG akur dg nuansa2 spt itu. Sdh cukup lama aku mengiyakan n membaur mnjadi spt odong2 badut. Ketidaksinkronan ini membawaku makin jauh kedalam era kemunduran. Sebuah kekumuhan iklim pemikiran, yang membuatku berurusan lagi dengan virus/bakteri lama TYPHara & pendatang baru DeBy (GA nyambung ya.? GA logis? GA analitis? DLL. Halahhh sdh lah, di kampung opera ini mana perlu logis n analitis, apalagi komprehensif. Yg penting nyambung meski GA nyambung, n konak,, eh kocak mksdnyaa,,hehee).

TYPHara & DeBy membuatku mesti pindah tidur di negeri putih. Terpaksalah aku tinggalkan dulu kampung opera dgn sangat senang hati, heheh..

Negeri putih memberiku bnyak inspirasi n ksadaran ksemestian. Haduh bhasa apaan lagi itu?? Yg jelas bkn bahasa kampung opera hehee.

Terimakasih TUHAN yg msh menyapaku mesra.. kmudian memelukku dengan hikmah-hikmah pembelajaran. />
Skarang aku GA Lagi di negeri putih, tapi di negeri violet utk memahamkan smua inspirasi n kasih sayang Tuhan tadi, menuntaskan tahapan pemahaman, sblum kmbali Lagi ke kampung opera........
(O ya, aku Ada cerita seru, unik, lucu n tentu saja NORaK dari kampung opera, sebut saja kampung O2B, alias kampung orang-orang "yg merasa" besar, atau bisa juga singkatan kampung odong-odong badut, apa aja deh, gak penting, tunggu aja cerita-ceritanya ya..)

*kisah ini fiktif dan imagi belaka, kalo merasa ada kesesuaian dst, jangan tersinggung, karena itu perasaan anda saja.

Nk Eh

:)
READ MORE - Catatan penggalan ala negeri O2B :))

Rabu, 07 Maret 2012

Ingat aku...


ingat aku..,
sebagai Rajawali,
yang mendekap hangat Merpati

ingat aku..,
sebagai tetesan embun,
ketika terik tengah hari

ingat aku..,
sebagai alunan seruling,
di deru debu & amarah insani

ingat aku..,
sebagai saputangan hati,
saat air matamu berderai tiada henti

dan ingat aku..,
sebagai matahari pagi & senja,
ketika resah gelisah dalam kemuraman
kesenyapan jiwa & ketimpangan makna
menekuni hari-harimu....

NK-"Earth Hails"
READ MORE - Ingat aku...

Globalization & Dcentralization for Tribalizm?


Global era has been coming as identity for development country which had desire to prove their progressive forward. The spirit of globalization has been formed that showing desirability & progress for welfare. The states who has progressive insight, so they have to show their supports toward globalization & its models. Otherwise, will be deemed as ugly country, & alienated by international relationship.

Globalization fever that knocked over third country, including Indonesia, one other thing brought into decentralization spirit. Right & authority is not only for the centre, but also the province & district. They have authority to manage their household, according to the potentials that they have. Based on positive perception that they have known better about the potentials in their area.

Although in the fact, it’s oftentimes that decentralization become tool for individual/group to accomplish the ambition on political & economical interest. Again, as usual, the people become victim. They even did not know about globalization definition. Their life is not better, but harder. Education cost was higher, economical cost was bounce up, needs accomplishment felt harder. This condition has produced complex of social problem, such as unemployment, rising criminal, stress, homeless, beggars, sex worker, child trafficking, etc.

On the other hand, decentralization has strengthened tribal ego, localism ego, local pride has forgotten national pride in NKRI frame. Tribalism has come & so strong. Really potential for conflict. Time will show this stage. Nationalism became slogan in trainings and ceremonial zone only. The youth has forgotten about nation song, Pancasila, & the preamble of UUD 1945.

From communication & media sector, supported by globalization, press liberalization & democracy guaranteed by law. The collision with eastern norms/ethic could be avoided. The rising generation as nation resources are busy for mode & modern image. Free live, free sex, became their modern attitude. Commercial products have been growing up/revolution style, and put rising generation as strategic target, ignoring value & the future of rising generation. The point is profit, as capitalism & liberalism said.

And, welcoming for world free trade, Indonesia is ready to be ripped in value, culture, politic, and economic.

*my "simple" thinking on Globalization.

NK"Earth Hails"
READ MORE - Globalization & Dcentralization for Tribalizm?

Minggu, 17 Mei 2009

Tulisan 'agak' Ngawur - Sebuah Celoteh


Kejadian ini sebenarnya sudah lumayan lama, sekitar bulan April 2009 (jadi sudah gak fresh lagi), lumayan saja buat nambahin warna arogansi "pesta demokrasi" yang diejawantahkan pada eksistensi "logo" partai. Daripada beku di 'my document' laptop saya, lebih baik dipasang disini.
Peristiwa ini menunjukkan betapa ingin 'tampil' dari sebuah eksistensi tidak ingin dan jangan sampai tersamarkan oleh tampilan lain, meskipun hanya plank (papan) nama INGO. Untuk kemudian papan nama INGO dirubuhkan itu sudah hal yang bisa ditebak. Wujud lain dari ekspansi sebelum kepastian 'menang' atau 'tidak menang' dipastikan.
Tapi tidak menutup kemungkinan juga plank papan nama rubuh dan terjungkal sampe ke got karena angin atau kejadian alam lainnya. Meskipun ini kemungkinanya kecil, karena sudah ditanam cukup kuat di tanah, dan telah lama tegak tak goyah, juga tidak ada tanda-tanda sudah mulai rapuh, misalnya dengan ciri mulai condong/miring dst. Ya apapun itu kemungkinan selalu ada, sekecil apapun.
Ini hanya tanggapan terhadap kejadian, mohon tidak untuk ditanggapi serius atau emosional, walaupun di gambar tersebut tertera logo dari partai yang menggantikan posisi berdirinya plank/papan nama INGO sebelumnya.
Pada konteks yang lain, keserasian dan berdiri berdampingan sebagai 'kebersamaan' lebih manfaat, dan saat ini hal seperti itu cukup sulit dan mahal ditemui. Mesti ada selalu center ordinat dan sub-ordinat, pada konteks apapun.. bahkan untuk konteks yang gak mesti seperti itupun.

NK
"Earth Hails"
READ MORE - Tulisan 'agak' Ngawur - Sebuah Celoteh

Sebuah Diskursus "Tak Tuntas" dari Eksistensi "Penghuni Asli"


Pertengkaran antar individu Anak Dalam, (Jambi) berlanjut percekcokan makin dalam, dan akhirnya salah satu diantara mereka terbunuh. Semestinya konteks seperti ini ketika memasuki ranah peradilan, maka peradilan yang dilakukan adalah dengan sistem paradilan suku Anak Dalam itu sendiri (peradilan Adat). Bagaimanapun juga mereka memiliki pranata sosial yang eksist dalam kehidupaan mereka termasuk dalam konteks rewards and punishment.

Tindak lanjut dari peradilan terhadap kejadian konflik perdata suku Anak Dalam ini menjadi bias dan menghadapi dualisme ketika kejadian terbunuhnya salah satu dari mereka di tempat yg bukan termasuk wilayah suku Anak Dalam tersebut, akan tetapi diluar teritori mereka, yaitu di pinggiran kota Sarolangun, yg merupakan wilayah penduduk umumnya.

Kemudian sistem peradilan yg mengurus kasus ini adalah Peradilan umum/modern Pemda Sarolangun. Cukup menarik perhatian penduduk Anak Dalam itu sendiri. Pihak keluarga dari keduabelah pihak berduyun menyaksikan konteks peradilan modern di Kantor Pengadilan Negeri Sarolangun. Sudah bisa ditebak, reaksi yg muncul dari pengunjung dari pihak suku Anak Dalam tersebut. Ada yg berguling-guling, teriak, menangis histeris dll, dengan pakaian yg alakadarnya (baik perempuan maupun laki-laki), aurat kemana-mana, dan semua disaksikan oleh penduduk moderna juga.

Pertanyaan berikutnya adalah; Mengapa Pemda Sarolangun mengambil alih kasus ini secara modern? Sementara semestinya mereka tau bahwa suku tersebut memiliki sistem peradilan sendiri. Lebih baik jika mereka/penduduk modern menjadi saksi saja. Bukannya terbalik. Disisi lain reaksi dan keadaan orang-orang suku Anak Dalam (baik ibunya, anaknya atau keluarga lainnya yag datang ke pengadilan) menjadi tontonan publik.

Disisi lainm, terutama dari sisi hukum, pertanyaan yg mucul lagi adalah: Apakah kasus yang bisa masuk ke perdata (antar individu) ini telah menjadi kasus pidana yang juga merugikan dan melibatkan publik? Dan jika diadili oleh sistem peradilan Pemda Sarolangun, berarti telah merugikan dan melibatkan publik Sarolangun. Jika tidak, kenapa tidak mengambil tindakan aspek hukum damai dalam arti ”musyawarah dan mufakat/kekeluargaan”?.

Disis lain lagi, aspek hukum adalah aspek yg mesti dipahami oleh individu atau publik yang diproses oleh perangkat hukum tersebut. Jika tidak dipahami, maka ini tidak absah secara hukum, karena seperti mengadili individu yang ”gila”, tidak paham apa yg dilaluinya, dan kenapa mesti menerima akibat nya seperti itu. Sebagai suku Anak Dalam tentunya mereka tidak pernah, bahkan mimpi sekalipun akan diadili dengan dihadiri oleh sekian banyak orang, kamera-kamera, hakim dan perangkat hukum lainnya, disebuah gedung modern.

Perlu dilihat lagi kasus ini lebih detail dengan pertimbangan hati-hati dari aspek sosial, budaya, nilai dan norma, termasuk aspek hukum itu sendiri. Banyak pertanyaan lain yg bisa diajukan, misal; seberapa jauh aspek hukum modern bisa dan berhak mengakses kasus-kasus di masyarakat pedalaman? Pada konteks apa saja dan konteks seperti apa saja? Apakah sistem nya sama seperti mengadili kriminal dari publik modern atau berbeda? Perundang-undangan seperti apa yg mengikat komunitas pedalaman tersebut? Yang mereka sendiri tidak paham perundang-undangan modern apalagi masuk ke pasal-pasal nya dan ayat-ayatnya.

Pertanyaan seloroh yg bisa dimunculkan adalah: Apakah para individu yg berkonflik itu sudah sangat membahayakan secara publik? Atau para hakim dan dalam hal ini secara general adalah Pemda Sarolangun tidak memahami secara ”komprehensif” konteks sosial dan hukum ini? Yg bisa jadi lawakan apa yg dilakukan... Kemana publik modern yg lain, baik penduduk Sarolangun maupun Provinsi Jambi yang tentunya memiliki para pakar dan ahli dibidang-bidang sosial, budaya, maupun hukum itu sendiri? Bagaimana menanggapi konteks ini? Jangan sampai ini menjadi titik awal yang membuat bias dan random, terkesan asal-asalan dalam menindaklanjuti sebuah fenomena, yang berpengaruh dalam kehidupan ”asset” daerah Suku Anak Dalam, juga Publik modern Jambi itu sendiri.


Pending items: to be continue..



NK
"Earth Hails"
READ MORE - Sebuah Diskursus "Tak Tuntas" dari Eksistensi "Penghuni Asli"

Rabu, 13 Mei 2009

Rindu Waktu


Ketika waktu begitu mahal
Sangat sempit menjepit..!
Menulis pun menjadi hiburan yang mahal..
Pada pilihan pengorbanan aktivitas
Dengan nilai yang selalu bisa,
Untuk di konversikan ke 'cash'

Waktu..,
aku meridukanmu...!

NK
"Earth Hails"
READ MORE - Rindu Waktu